Wednesday, January 22, 2014

Perjalanan Umroh 4

Assalamu'alaikum.

Day 4, 10 Juli 2013

Setelah kemarin sempat flek dan saya minum obat penuna haid, semaleman dan pagi ini flek hilang, jadi saya berniat puasa dan pagi ini saya sholat subuh berjamaah di masjid Nabawi, selesai sholat saya langsung bergegas ke Raudhah. Sungguh indah mengingat saat-saat kami antre ke Raudhah. Jika habis subuh pintu dibuka buat umum, maksudnya siapa saja boleh masuk, karna jika jam 6 pagi kami harus masuk berdasarkan RAS kami, seperti Afrika, Melayu, Arab dll.

Raudhan pagi itu ramai tapi saya tetap bisa sholat sunah disana dan berdoa, karna ada ibu-ibu yang berbicara gantian ya sama yang tua, akhirnya setelah sholat saya sedikit minggi dan berdoa di karpet merah, namun Askar (penjaga wanita) malah menyuruh saya masuk lagi ke karpet hijau...
"ibu kembali ke karpet merah"...mereka fasih berbahasa indonesia tapi medok banget
akhirnya saya kembali ke karpet hijau lagi untuk berdo'a.

Selesai dari Raudhah saya keliling masjid Nabawi dan melihat pemakaman Baki di sebelah masjid, serta melihat Raudhah dari luar. Jamaah laki-laki boleh masuk melihat makam Rosul tapi jamaah perempuan tidak boleh.

Selesai berkeliling masjid, saya dan bu Tuti kembali lagi ke Raudhah dan kali ini kami mengikuti antre sesuai RAS, orang Melayu mendapat giliran paling akhir karna memang terkenal sabar dibanding yang lain. Kali ini saya sholat Dhuha di Raudhah. Tiap 2 rokaat saya berpindah tempat agar tidak diusir oleh Askar.

Dan sampailah saya mengantre di shaf paling depan, tapi banyak yang tidak mau beranjak dari tempatnya, akhirnya ada tempat 1 kosong untuk sholat, karna saya dan ada 1 org arab yg menunggu saya persilahkan dia duluan yang mengambil tempat itu setelah lama kami saling memberi tanda mempersilahkan terlebih dahulu satu sama lain. Alhamdulillah kalo kita sabar allah juga akan menolong kita, tiba2 wanita tadi jadi santu juga, dan mencarikan tempat untuk saya karna tempat bekas dia sudar diserobot oleh yang lainnya.

Alhamdulillah kunjungan saya yang kedua ke Raudhan ini lebih lama, lebih santai, lebih nyaman dan lebih khusyu'. Sesudah itu kami mau bertilawah di Masjid menunggu Zuhur, tiba2 perut saya melilit seperti sakit haid, langsung saya cek dan benar saja saya dapet haid. Saya langsung balik ke hotel dan Bu Tutui tetap di masjid.

Dan setelah saya dapat haid, kerjaan saya cuma ngedekem di hotel, ke masjid buat ikutan iftor padahal gak puasa, sekali city tout, trus ngemall beli oleh-oleh...ish yang ini jangan ditiru...

Dan Allah sudah mengatur semua, dari saya dapet travel yang ke Makkah duluan dari pada ke Madinah, dari saya terlihat ngoyo mengeluarkan tenaga dan upaya saya di Mekkah untuk beribadah sampai kaki bengkak, ternyata saya mau dapet haid di Madinah padahal saya sudah minum obat penunda haid.

Dan ini penampakan hari-hari saya sampai pulang ke tanah air.

 Sholat Subuh di masjid Nabawi

 Kubah Masjid kalau siang nanti ketutup otomatis

Mau keliling masjid Nabawi 




 Raudhah dari luar

 Antre di Raudhah


 Pulang ke hotel foto-foto dulu masjid dan kota Madhinah



 Melihat ka'bah dari hotel saja


 Ikutan iftor padahal gak puasa :)



 Kebun Kurma


 Bukit Uhud


 Masjid Apung




 Menikmati pantai Laut Merah

Transit di Dubai mau pulang

Sekian ya cerita umroh saya...moga diberi rizki lagi bisa umroh bareng suami tersayang...aamiin

Wassalamu'alaikum.




Perjalanan Umroh 3

Assalamua'laikum.

Huaaa bagian 3 baru dipublish :( dah basii banget ya...tapi gpp deh buat dokumentasi saya hehehe

Day 3, 9 Juli 2013

Pagi ini seperti biasa saya sholat subuh berjamaah di Masjidil Haram. Dilanjutkan dengan ibadah sholat Dhuha sambil memandang Ka'bah, luar biasa nikmatnya.

Saat kami pulang kami menemukan segerombolan burung merpati yang sangat banyak, karna di Indonesia tidak ada jadi kami menyempatkan berhenti dan berfoto bersama dengan burung-burung tersebut.

Saat sarapan pembimbing kami mengajak kami untuk berumroh Ramadhan selepas tarawihan, jadi kita tarawih ambil yg 11 rokaat saja, dan kembali ke hotel menuju masjid terdekat untuk miqot lalu berumroh. Saya pengen banget ikut karna pahalanya sama dengan berhaji bersama Rosul, walau bukan berarti kita tidak perlu haji ya, saya tetep pengen berhaji kelak di lain hari.

Jam 11 siang saya dan bu tuti sudah kembali ke Masjid untuk sholat Zuhur berjamaah, selepas sholat Zuhur kami berthawaf kembali, kali ini ada yang berbeda karna saat kami thawaf di putaran ke 3 tiba-tiba ada bapak tua yang mengikuti kami sambil mengamini doa-doa kami. 

Awalnya saya sedikit takut, namun bapak itu membenarkan doa kami jika salah baca. Brarti bapak ini baik, pikir saya. Bapak ini berjalan di samping bu Tuti yang terus bergandegan tangan dengan saya sampai pada putaran ke 7, setealh itu dia menghilang  diantara jamaah yang lainnya. 

Kali ini saya juga sangat dekat dengan Ka'bah bahkan Hajar Aswat, namun saya gak berani mencium Hajar Aswat karena berdesak-desakan dengan laki-laki. Di sekitar Hajar Aswat ternyata ada calonya juga dan itu dari Indonesia lho :(

Karna begitu dekatnya sampai-sampai bu Tuti menghayal "mungkin gak kita tiba-tiba terlempar di depan Hajar Aswat?" saya jawab mungkin aja hehehe. Bu Tuti pengen banget mencium Hajar Aswat, saya bilang "ya udah kalo mau nyium, saya tunggu di sini, saya gak mau desek-desekan sama laki-laki". Akhirnya dia mengurungkan niatnya, lalu kami memilih sholat di Hijir Ismail saja.

Hari itu para petugas di Masjid sudah merapikan Masjid dengan mengganti karpet-karpet dari pagi hari, semuanya untuk menyambut Ramadhan dan persiapan tarawih nanti malam.

Akhirnya malam ini saya merasakan tarawih di Masjidil Haram, Subhanalloh semuanya indah. Bacaan imam cukup panjang dalam tiap rokaatnya namun tidak terasa panjang karena bacaan imam merdu dan indah. Sesuai kesepakatan setelah 8 rokaat kami kembali ke hotel untuk ambil miqot umroh Ramadhan.

Selesai tarawih sekitar pukul 11an, kami langsung mengambil miqot di masjid terdekat, malam ini saya merasa ngantuk berat. Setelah mengambil miqot saya harus menjaga wudhu saya agar tidak ribet nanti mencari-cari air untuk berwudhu. 

Karena banyak orang yang mengambil umroh malam itu, bis kami tidak bisa mendekat ke Masjidil Haram. Kami berhenti di sekitar 500m sebelum Masjisil Haram. Akhirnya kami berjalan terlebih dahulu, setelah memasuki Masjid dan mendekat ke Ka'bah saya speechless karna banyak sekali orang yang berthawaf dan thawaf itu tidak berjalan, seperti macet karna begitu banyak orang.

Pembimbing kami juga ragu, namun kami telah mengambil miqot jika mau di lanjutkan kami harus membayar DAM. Pembimbing yang lain terus semangat untuk melanjutkan, akhirnya saya dan teman-teman terus lanjut. Saya berpegangan erat dengan bu Tuti selama thawaf, dan ini thawaf terberat kami. 

Kami melakukan thawaf hampir 2 jam, keringan mengucur begitu deras, kadang saya seperti tidak mendapat oksigen saking sesaknya, saya dan bu Tuti juga sering ditabrak kursi roda jamaah lain. Benar-benar berbeda dari thawaf yang sebelumnya. Ini juga dikarenakan sedang ada perbaikan di Masjidil Haram sehingga para pengguna kursi roda juga berthawaf di bawah, seharusnya di lantai 2 atau 3.

Alhamdulillah akhirnya kami selesai thawaf, kami langsung menuju bukit Shofa, namum kami salah jalan malah ke Marwa, sehingga kami harus balik kembali. Kami terus berjalan walu pelan-pelan karena kaki saya bener-bener terasa panas dan pegel. Waktu menunjukkan jam 3 lewat, kami baru 2 kali jalan, saya bingung karna kami gak punya makanan buat sahur, kalo menyelesaikan sai dulu brarti kami gak akan sahur, akhirnya kami memutuskan tuk membeli makanan padahal kami belum selesai sai.

Kami keluar masjid menuju mall terdekat, kaki saya benar-benar panas dan sakit, saya jalan seperti robot. Kami bersahur di sana setelah selesai buru-buru ke lintasan sai untuk melanjutkan sai kami yang masih kurang 5 kali jalan. Akhirnya kami menylesaikan sai setelah sholat Subuh. 

Selesai tahalul kami menagis karena ini umroh terberat kami, saya persembahkan umroh itu untuk ibunda saya, Bu Tuti mempersembahkan untuk nenek tirinya "Nyai" yang sudah mau mengurus anak-anak beliau. Saya bilang "sepertinya pengorbanan ibu saya sangat besar untuk saya, dan perngorbanan Nyai juga besar besar buatmu bu Tuti, sampai kita bener2 berjuang buat umroh ini" sambil terus menangis kami berpelukan.

Saya juga tidak tahu apa itu sah atau tidak karna kami memutus sai dengan bersahur terlebih dahulu. Saya serahkan semua pada Allah,  terserah Allah mau memberi apa pada kami.

Setelah itu kami mau pergi ke toilet, saya bilang "udah kamu aja yg tanya diman toiletnya bu!, aku tunggu di sini, kakiku panas banget", saya menunggu sambil memeganggi palstik sendal kami. Sudah beberapa menit bu Tuti berlalu kok gak balik-balik, akhirnya saya bertanya pada askar (penjaga) laki-laki menanyakan toilet ada di mana dengan baha Inggris, namun mereka tidak mengerti yang saya tanyakan.

Saya tidak berjalan jauh takut bu Tuti datang, tapi dia tidak datang-datang akhirnya saya bertanya-tanya pada orang lain, Alhamdulillah dia mengerti bahasa Inggris dan memberi tahu dimana toiletnya. Karna saya rasa sudah lama bu tuti tidak kembali akhirnya saya mencoba ke toilet, takut bu Tuti ke toilet duluan. 

Saya harus ke basemant untuk ke toilet, dan rasanya sangat sakit saat menuruni tangganya. Saya sempat ke toilet lalu langsung keluar kali saja ketemu bu Tuti. Saya kembali ke tempat kami berpisah tapi tidak bertemu juga, akhirnya saya doa sama Allah "Ya Allah temuin saya sama b Tuti, ya Allah" sampai di lintasan sai saya tetep celingak-celinguk nyari bu Tuti.

Akhinya saya memutuskan terus jalan aja pelan-pelan karna kaki saya masih sakit dan panas, moga nanti ketemu bu Tuti. Keadaan saya sangat tidak fit pagi ini, saya sesekali seperti sesak entah karena apa, tapi saya juga tidak mau beristirahat duduk, karena akan sangat sakit saat berdiri. 

Di pertengahan lintasan sai tiba-tiba ada yang memanggil, dan itu bu Tuti. Kami langsung berpelukan dan saling menangis, bu Tuti ngomel "tadi kemana aja aku nyariin kamu", saya juga bilang "aku nungguin lama tapi kamu gak datang-datang". Allahu Akbar rasanya kaya bertemu sesuatu yang sangat kita rindui sejak lama, padahal baru berpisah sebentar. 

Ternyata bu Tuti dari tadi juga belum menemukan toilet, akhirnya kami mencari toilet lagi di sisi lain Masjid. "Ya Allah kakiku sakit, kuatkan ya Robb" doa itu terus terucap dalam hati selama mencari toilet yang jaraknya cukup jauh, kami harus keluar masjid dan berjalan lagi ke pojokan pelataran baru bisa menemukannya, itupun susah dicarinya padahal kami selalu bertanya pada penjaga.

Alhamdulillah ketemu juga toiletnya, saya menunggu di luar toilet sambil duduk. Saya sudah tidak tahan dengan sakit di kaki saya. Namun saya yakin Allah akan menolong saya, saya tetep berdoa biar thawaf terakhir saya nanti bisa sempurna.

Akhirnya kami menuju Ka'bah dan melakukan thawaf wada' kami, ya ini thawaf terakhir saya di sini. Kami memasuki lintasan thawaf yang tidak terlalu padat. Thawaf kali ini kami lakukan dengan berjalan santai, disamping karena kaki saya yang sakit namun juga karna kami ingin menikmati detik-detik terakhir kami bisa memandang Ka'bah secara langsung. Kami tidak boleh memasuki Masjidil Haram jika sudah melakukan thawaf wada'. Selesai sudah thawaf wada' kami, mimpi kami tuk melakukan 7 set thawaf juga sudah terlaksana, senang sekaligus sedih.

Kami kembali ke hotel dan beres-beres barang karena kami akan pergi ke Madinah jam 9 nanti. Jam 8 saya sudah di lobby sambil menunggu dan mengistirahatkan kaki-kaki saya. Saat sudah lengkap rombongan saya berangkat terlebih dahulu, karna ada 2 bis. Bis yang satunya belum berangkat karena salah satu jamaah belum juga kembali ke hotel.

Perjalanan kami cukup lama sekitar 7-8 jaman. Selama perjalanan saya hanya bisa melihat hamparan bukit batu dan pasir. Tak terasa saya sudah akan meninggalkan kota Mekkah yang penuh kedamaian ini, semuanya terasa sangat singkat. Saya pikir saya sudah tidak emosional seperti saat awal kedatangan ke Mekkah, yang terjadi sebaliknya saya masih berlinangan air mata selama perjalanan ke Madinah.

Sekitar jam 5 sore kami sampai di Madinah, menunggu sebentar sebelum masuk kamar menunggu bagasi diturunkan, lalu masuk kamar, ambil koper, bersih-bersih, dan jam 5 an kami kumpul di lobby dan menuju masjid Nabawi.

Saya pikir Madinah akan lebih bersahabat ternyata pertama keluar hotel langsung disambut dengan angin sore yang panas menyengat wajah. Sore itu iftor pertama Ramadhan, dan saya takjub dengan kebaikan orang Madinah dalam memberi ta'jil, anak-anak diajak untuk memberi ta'jil di masjid. Dan ta'jilnya juga mewah menurut saya.

Rasanya menyenangkan bisa iftor dan sholat Maghrib di masjid Nabawi. Setelah itu kami kembali ke hotel untuk makan malam, karna saya masih kenyang saya hanya memakan salad dan buah saja.

Sesampai di kamar saya histeris karna melihat bercak di pakaian dalam saya...hiks hiks sedih...sepertinya saya mau haid, akhirnya malam itu saya gak ikutan tarawih tapi saya tetap minum obat penunda haid saya. Semalaman saya sendirian di kamar sambil melihat program TV yang menyiarkan sholat tarawih di masjid Nabawi.

Teman-teman sekamar saya baru balik ke hotel jam 2 malam setelah ke Raudhah. Saya mewek deh denger mereka udah ke Raudhah, sambil berdoa semoga saya gak jadi haid esok harinya, dan malam itu saya minum 2x dosis biasanya... #tetep usaha

dan inilah beberapa foto saya hari ini

Turun dari bis lalu berjalan kaki karena macet untuk berumrah Ramadhan, dapet pemandangan ini

 Sampai di Madinah mau menuju ke Masjid Nabawi

Terpana di Masjid Nabawi 

 Suasana pemberian ta'jil di Masjid Nabawi




Ta'jilnya melimpah, Subhanalloh

Sekian buat hari ini :)

Wassalamu'alaikum.







Wednesday, October 09, 2013

Perjalanan Umroh 2

Assalamu'alaikum.

Day 2 in Makkah, Selasa, 8 Juli 2013
Kami bangun jam 3 lewat, langsung beres-beres dan menuju Masjidil Haram buat sholat tahajud dan subuh. Ternyata saat keluar hotel sudah terang benderang karena jalanan penuh lampu penerang. oh iya di Masjidil Haram selalu ada sholat jenazah sehabis sholat wajib.

Jam 6 pagi kami baru kembali ke hotel, di jalanan saat pulang kami melihat banyak burung-burung sedang makan. Saya dan teman-teman berfoto dulu dengan burung-burung itu, maklum masih norak. :)

Setelah sarapan dan bersih-bersih diri kami kumpul di lobby karna hari ini kami akan tur keliling kota Mekkah dan sekitarnya. 

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Gua Tsur. Penampakan gua di Mekkah sangt berbeda dengan di Indonesia, gua disana biasanya diatas bukit batu yang lumayan tinggi, perlu sekitar 1-2 jam untuk mencapi guanya.

Tempat kedua adalah Jabal Rahmah. Kami sedikit lama di tempat ini, saya dan bu Tuti sempat naik ke bukit yang ada monumennya, tapi saya tidak sampai ke monumennya karna penuh dengan orang-orang yang berjualan, jadi saya hanya mencari tempat berfoto yang bagus, tak lupa saya juga memanjatkan doa semoga keluarga saya diberi keberkahan.

Selanjutnya kami menuju masjid Tanim melewati Padang Arafah, Perkemahan Mina dan tempat melempar jumroh. Terbayang jika kita melasanakan haji kita akan bermalam di perkemahan terbesar di dunia.
Akhirnya kami sampai di masjid Tanim, bagi jamaah yang mau melakukan umroh lagi bisa mengambil miqat di masjid ini. Saya, bu Tuti, dan Pa Amin mengambil miqot lagi, saya badalkan umroh kali ini untuk alm ayah mertua saya yang sudah meninggal 2th lalu. Semoga umronya juga lancar.

Perjalanan selanjutnya adalah kembali ke hotel. Setibanya di hotel saya makan siang dahulu dan baru melaksanakan umroh selepas sholat Zuhur. Nah di umroh saya yang ke dua ini, saya tidak didampingi oleh pembimbing lagi. Kami membentuk kelompok untuk berumroh sendiri. Saya tetep bersama bu Tuti dan B Eha serta teman kamar kami bu Diah.

Saya sudah mulai merasakan pegal-pegal di betis dan telapak kaki saat saya kali ini, namun Alhamdulillah Allah tetap menguatkan saya untuk bisa menyelesaikan umroh saya. Kami tetap di masjid sampai selesai sholat Ashar.

Karna ingin melakukan 7 set thawaf, selepas Ashar saya dan bu Tuti berthawaf lagi, walau saya dusah sedikit lelah tapi Allah sepertinya menguatkan kami jika sudah masuk ke lintasan thawaf. Baru setelah selesai 7 kali berthawaf dan menuju hotel terasa pegal-pegalnya.

Sore itu bu Eha kepingin makan bakso, tapi gak ada yang jual bakso, walhasil tetep makan catering di hotel namun Allah mendengar kepinginan bu Eha, menu catering malam itu adalah bakso, Subhanalloh.

Di sore itu beredar info jika besok, Rabu, 9 Juli 2013 adalah puasa pertama, namun dilubuk hatiku meminta jangan besok ya Robb awal Ramadhannya, lusa aja. Karna jika besok awal puasa pembimbing kami mengajak untuk umroh Ramadhan di pagi harinya, saya merasa pegel banget, kebayang gak bakal kuat kalo umroh sambil puasa.

Malam harinya kami sholat Isya, setelah sholat Isya kami menunggu apakah akan ada tarawih atau tidak. Kami cukup lama menunggu dan akhirnya tidak ada sholat tarawih malam ini, dan berarti besok bukan 1 Ramadhan. Saya sedikit lega, paling tidak besok saya bisa istirahat dahulu.

Malam ini saya gunakan benar-benar untuk beristirahat. Dan ini beberapa foto kegiatan hari ini :

Di Gua Tsur

Di Jabal Rahmah


Di atas bukitnya menghadap Padang Arafah

Umroh ke 2


Alhamdulillah hari ini semua kegiatan begitu menyenangkan, moga besok masih diberi kesehatan untuk umroh Ramadhan.

Wassalamu'alaikum.

Wednesday, September 04, 2013

Perjalanan Umroh 1

Assalamu'alikum.

Tak terasa sudah lebih dari satu bulan saya melakukan perjalanan umroh ini, tapi baru sempat menulis pengalamannya di blog, semoga belum "basi" hehehe

Saya tipe orang yang suka mencari informasi sebelum saya melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan, jadi sebelum berangkat umroh saya sudah googling dan membaca blog orang-orang yang sudah melakssanakan serta membaca buku panduan dari travel. Plus bertanya pada teman yang sudah pernah umroh.

Berbekal informasi dan hasil bertanya-tanya, rasanya saya sudah bisa membayangkan medan di Mekkah dan mempersiapkan kebutuhan yangkira-kira diperlukan di sana. 

Sabtu-Ahad, 6-7 Juli 2013
Hari ini saya akan berangkat menuju Mekkah dengan pesawat Emirate dan transit di Dubai. Pesawat kami take off  jam 5 sore, sampai di Dubai sekitar jam 10 malam (saya lupa pastinya). Lalu berangkat lagi menuju Jeddah sekitar jam 1 malam, suasanya di bandara Dubai sangat dingin, maklum lupa bawa jaket. Sampai di Jeddah sekitar jam 4 pagi. Perjalanan naik Emirates terasa nyaman dan dijamin gak akan kelaparan, karena ada hiburan tv chanel serta disuguhkan makanan yang enak selama di pesawat #menurut saya.


Sampai di bandara King Abdul Azis kami harus melewati bagian imigrasi, namum pelayanannya sungguh lamban, sehingga baru jam 5 lewat saya dan teman-teman baru membersihkan diri dan berihram serta sholat subuh dan sunnah ihram. Karena pelayanan yang lama banyak jamaah dari rombongan saya yang kesiangan sholat subuhnya.

Suasana di tempat kami membersihkan diri sudah tidak berAC jadi sudah terasa udara asli Jeddah yang panas. Sekitar jam 7 pagi kami naik ke bis penjemput dan akan menuju Mekkah Al Mukaromah. Saya melihat ada yang aneh dengan bis yang kami tumpanggi, ya...ternyata tirainya benar-benar tebal, agar AC nya terasa sejuk.

Bersama dengan melajunya bis, pemandu kami mulai memberi arahan untuk mengingat kembalki niat perjalanan kami, dan disuruh untuk menambahkan dengan niat-niat yang lain sebanyak mungkin. Pemandu juga mengingatkan bahwa kami sangat beruntung karna kami bisa menjadi tamu allah, dan kami adalah orang pilihan. Sambil menyebutkan niat-niat, saya juga bersyukur karna bisa menjadi salah satu dari tamu Allah. Lalu kami diajarkan untuk melafalkan niat dan kalimat talbia.

Akhinya kami memasuki kota Mekkah, dan tak terbendung lagi air mata saya. Langsung meleleh membasahi pipi, dan yang terbayang hanya Ka'bah serta kalimat syukur pada Allah. Ini terjadi karna sejarah panjang dibalik keberangkatan saya ke tanah suci ini.

Kami tiba di Hotel Elaf Al Multaqo sekitar jam 9 pagi dan langsung menuju restoran untuk sarapan, setelah sarapan kami masuk ke kamar untuk memasukkan koper-koper dan berwudhu kembali. Jam 10 an kami sudah berkumpul di lobby hotel dan siap melaksanakan ibadah umroh.

Kami berjalan kaki menuju Masjidil Haram kurang lebih 500 meter, kami melewati jalan yang panas namun tidak berdebu, disertai aroma khas arab yang wangi. Akhirnya saya bisa melihat bangunan Masjidil Haram yang megah. Tidak bisa berkata apa-apa selain mengucapkan Alhamdulillah, Allahuakbar dan kata-kata pujian lainnya.

Namun tiba-tiba jantung saya berdetak kencang saat memasuki Masjidil Haram, semakin kencang saat berjalan menuju ke Ka'bah. Dan sekarang saya sedang melihat Ka'bah...begitu dekat...bahkan sangat dekat...ya ini Ka'bah yang di buat oleh Ibrahim dan Ismail As, ya ini Ka'bah yang pernah Allah selamatkan dari pasukan gajah, ya ini Ka'bah yang Rosul pun berumroh dan berhaji di tempat ini. Dan sebentar lagi saya akan mengelilinginya dan memegangnya, saya akan beribadah seperti yang Rosul lakukan di tempat ini, di rumahMu ya Robb dan hanya untukMu ya Robb.

Sambil terus memandangi Ka'bah saya berthawaf bersama rombongan dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir dan terus mengucapkan do'a thawaf. Cuaca saat berthawaf memang terasa panas namun hanya sedikit berkeringat, tidak seperti di Indonesia.
Subhanallah sungguh nikmat ya Robb, terimakasih atas nikmatMu ini ya Robb, terima kasih atas kesempatan ini, terima kasih atas segala rizkiMu.
Selesai thawaf kami diperbolehkan memegang Ka'bah, dilanjutkan dengan sholat sunnah thawaf 2 rokaat. Saat bersujud lantainya benar-benar dingin, sangat terbalik dengan cuaca di sana. Lalu kami meminum air zam-zam, airnya benar-benar menyejukkan dan dilanjutkan dengan melakukan sa'i.

Lintasan sa'i terlihat pendek namun saat di kerjakan cukup menguras energi karena 7 kali, kembali terbayang Siti Hajar yang melakukan ini saat tempat ini masih gurun berbatu, tanpa AC, tanpa atap yang melindungi, terus berlari mencari air dengan meninggalkan bayinya sendirian di padang pasir. Allahu Akbar tak terbayang rasanya, hanya iman padaMu ya Robb yang bisa menguatkannya.

Setelah melaksanakan sa'i sekarang saatnya mengerjakan tahallul. Selesai tahalul kami berdo'a bersama memohon agar ibadah kami diterima dan menjadi umroh yang mabrur. Rasanya sangat lega, semua rukun berjalan lancar dan dapat dikerjakan dengan mudah.

Rombongan sudah mulai berpencar, saya, bu tuti dan bu eha masih bersama, kami sholat zuhur berjama'ah saat kami masih di lintasan sa'i. Selesai sholat Zuhur kami kembali ke hotel untuk makan siang dan beristirahat. Dan kami berniat ke Masjidil Haram lagi saat sholat Ashar.

Karena kelelahan kami telat sholat Ashar, kami sholat di pelataran mall di depan Masjidil Haram. Selesai sholat kami ke Masjidil Haram lagi untuk berthawaf, Alhamdulillah tidak terlalu ramai. Saya dan Bu Tuti sudah berniat akan melakukan thawaf sebanyak 50 kali selama di Mekkah. Karena salah satu ibadah yang dianjurkan saat di Masjidil Haram adalah berthawaf.

Kami terus berada di Masjid sampai Maghrib, dan kembali ke hotel untuk makan malam lalu kembali lagi ke Masjidil Haram untuk sholat Isya.

Saat sudah berada di hotel untuk istirahat baru mulai terasa kaki sedikit pegal karena berjalan bolak balik hotel ke masjid dan sa'i di siang harinya. Karena semuanya dilakukan dengan hati yang syukur dan gembira, sehingga tidak terasa lelahnya.

Alhamdulillah hari pertama di Mekkah sangat memuaskan.
Bobo dulu ya...

Ini beberapa foto saya hari ini

 Diantar suami dan anak-anak saat di bandara

 Dengan teman baik say Bu Tuti

Ruang tuanggu di bandara 

 saat transit di Dubai

 Pemandangan pertama saya di Jeddah

 Jeddah

 Foto Ka'bah saat pertama akan thawaf

 Selesai thawaf

 Alhamdulillah, selesai tahallul

Akan berthawaf lagi habis Ashar 

Selesai thawaf ke 2 saya, Alhamdulillah

Wassalmu'alikum.


Friday, June 28, 2013

Undangan Terindah

Assalamu'alaikum 

Alhamdulillahirobbil 'alamin, puji dan syukur saya ucapkan hanya pada Allah yang Maha Pemurah atas undanganNya untuk datang ke rumahNya, untuk melihat rumahNya, untuk bisa sholat di rumahNya. Alhamdulillah lagi Allah memberi kesempatan lebih cepat dari impian saya untuk bisa mengunjungi rumahNya.


Undangan ini benar-benar spesial bagi saya, karna perjalanan umroh ini adalah hadiah dari instansi tempat saya bekerja, hadiah atas loyalitas saya yang sudah bergabung dengan SDIT Insan Mandiri selama 8th lebih. Ada 2 rekan saya yang lain yang mendapatkan perjalanan umroh serupa.

Sungguh Allah tak henti-hentinya memberi kebahagian kepada saya, karna rekan yang mendapatkan hadiah tersebut juga teman baik saya Bu Tuti, teman naik motor saya saat masih gadis, saya sudah membayangkan akan bertawaf bersama, pokoknya kemana-mana bersama.

Alhamdulillah persiapan sudah 80%, insya Allah sabtu besok saya akan manasik haji. Di lain kesempatan saya akan bercerita soal persiapan umroh saya.

Oh iya insya Allah saya akan berangkat tanggal 6 Juli 2013 dengan travel Talbia. Mohon do'anya semoga lancar sampai saat keberangkatan.

Wassalamu'alaikum.





Saturday, June 08, 2013

Paspor Mudah dan Murah :)

Assalamu'alaikum.

Alhamdulillah akhirnya paspor saya sudah jadi, dan ternyata bikin paspor itu gak sesulit yang kita bayangkan lho. Saya dan suami bikin sendiri tanpa biro jasa, awalnya mau coba yang online tapi karna takut kelamaan jadinya,  akhirnya kita pilih bikin secara offline alias datang langsung ke kantor imigrasi. Tapi yang bertugas mengurus semuanya adalah suami saya tersayang #hehehe

Dokumen yang dipersiapkan :
KTP 
KK
Akta Kelahiran
Buku Nikah
Ijazah terakhir
Semua dokumen di copy di kerrtas A4

Karena bikin sendiri jadi memang harus meluangkan waktu ya, suami datang jam 8 pagi ke kantor imigrasi di Jl. Buncit Raya, sampai disana naik ke lantai 2 nanti minta formulir ke satpam, nah kalo dokumen gak lengkap gak akan diberikan formulir, formulir gratis hanya 200 buah perhari, kalo kehabisan bisa ke koperasi imigrasi harganya 5.000 sajah. Oh ya kalo mau mengurusi formulir orang lain hanya bisa yang tercantum dalam KK saja, contohnya kemarin suami mau mengurusi teman saya yang pada ikutan bikin ternyata di tolak di loket verifikasi.

Lalu ambil antrian deh plus isi formulir, nanti pas dipanggil tinggal ke loketnya dan diperiksa dokumennya trus dapet undangan buat foto dan wawancara. Kemarin suami daftar hari Senin dan dapat unadangan foto hari Rabunya.

Baru deh pas foto saya ikut, tapi tetep suami datang duluan ke kantor imigrasi untuk ambil nomer dan dapet nomer 200an karna sedikit kesiangan datangnya jam 8 pagi, saat dah dekat foto baru saya ke kantor imigrasi, kebetulan kantor saya dekat dari sana. Sebelum foto kitaharus membayar dulu uang administrasinya sebesar 255.000 sajah no embel-embel lagi, baru antri di tempat foto. 

Jangan kwatir buat antri, karena ruangan tunggunya cukup nyaman plus pemanggilan nomer antrian sudah dengan mesin dan layar, jadi gak bingung. Masuk ruangan foto dan wawancara secara sekaligus sekitar 20 orang. Pas di foto jidat saya harus keliatan jadi ada acara tarik-tarik jilbab dulu hehehe, antri lagi bentar buat wawancara, nah disini ditanyain keperluan buat paspor kita. Kalo belom punya tujuan alias emang iseng-iseng aja bikin paspor ya bilang aja mau naik haji, karena pasti kita pengen naik haji kan.

Saat wawancara nanti diberitahukan kapan kita udah bisa ambil paspornya, nah waktu itu saya sudah bisa ambil hari Senin, jadi pas banget 1 minggu saja waktu yg diperlukan buat bikin paspor. Pengambilannya harus dengan kwitansi pembayaran biaya admin pembuatan yang 255rb itu.

Alhamdulillah Seninnya suami ambil paspor kami, pas liat cuma senyum lebar ngeliat foto yg isinya cuma pipi saya aja hehehe

Nah gampang dan murah kan...ayo bikin paspor hehehe

Wassalamu'alaikum.

Saturday, June 01, 2013

Beli Payung Yuk (Asuransi Jiwa)

Assalamu'alaikum.

Alhamdulillah akhirnya saya udah bisa mulai action setelah baca buku Ligwina Hananto, saya mulai menyiapkan asuransi jiwa untuk suami saya. Saya memang lebih memilih asuransi syariah daripada yang konvensional, dan pilihan saya jatuh pada perusahaan asuransi Takaful. #bukan promosi ya hehehe



Saya mengambil produk Takaful Alkhairat, ini jenis asuransi term life murni maksimal selama 15 tahun. Saya ambil yang uang pertanggungannya (UP) sebesar 600jt dengan premi 1,5jt/tahun selama 10 tahun dengan usia suami yang 29th. Jadi setiap orang pasti akan berbeda-beda, semua bergantung pada jumlah UP, usia, dan jangka waktu yang diambil. Sebenarnya pengen yang UP nya 1M tapi saya preminya 2,5 jt heheh lumayan berasa. 

Nah bedanya sama yang bukan term life adalah waktu perpanjangnya setiap tahun dan jumlah preminya, jadi akan ada kenaikan terus setiap tahunnya karena umur suami juga terus bertambah, semakin tua umur maka semakin besar preminya. Kalau memakai term life premi selama 10 tahun akan tetap. Lumayan kan selama 10th jumlahnya sama tapi pasti akan naik kalo dah selesai 10th nya, saya baca kenaikan antara 5-7x lipat lho...gede buanget ya, soalnya umur suami saya nanti juga udah makin tua.

Lalu selanjutnya tinggal action mencari produk reksadana buat pendidikan anak dan masa pensiun, moga lancaar dan ada uangnya heheeh

Wassalamu'alaikum.