Sunday, January 17, 2016

Visi Misi Keluarga Muslim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Kelak anak kita mau jadi apa? seorang Ayah harus tahu kelak anaknya akan menjadi apa, begitulah guru kami berkata saat pertemuan pertama Akademi Keluarga 2014. Saat itu saya benar-benar bingung, bagaimana caranya kita sudah tahu anak kita kelak jadi apa, yang terbayang cuma biar jadi anak sholih seperti para sahabat Rosul, tapi gak tau kelak mau mengarahkan mereka ke profesi apa terus caranya bagaimana.  

Kira-kira pemirsa bisa jawab dengan detail gak pertanyaan guru saya itu?
Kalau bisa berarti pemirsa sudah punya yang namanya visi keluarga yang tecakup didalamnya visi untuk anak-anak. Kalau masih bingung kaya saya, berarti kita sedang berjalan dengan mengandeng anak-anak kita tapi tanpa tujuan akhir. Ya, tanpa tujuan akhir yang jelas, terdengar horor ya...tapi itulah yang selama ini kita lakukan #mewek guling-guling.

Kalo dianalogikan dengan aktivitas sehari-hari kita, maka setiap gerak kita sebenarnya sudah punya tujuan awal dulu baru kita bergerak. Contohnya pagi-pagi bangun jam 4 karena mau sholat subuh, lanjut mandi, lanjut sarapan, lanjut jalan kerja lebih pagi biar gak telat. Ada gak orang yang bangun pagi trus baru mikir mau ngapain ya pagi-pagi padahal dia muslim yg punya kewajiban sholat, padahal tempat kerjanya jauh, padahal dia harus sampai kantor jam 8, dll? Mungkin ada tapi pasti kita menilai orang itu sedang bermain-main dengan hidupnya. Bukankah itu seperti kita eh saya dengan keluarga say, jalan aja dulu terserah deh angin mau bawa kita sampai mana?

Lalu lamanya sebuah keluarga dibangun belum menjamin keluarga tersebut sudah memiliki tujuan akhir yang jelas. Contohnya keluarga kita eh saya, saya dan suami baru membicarakan mengenai visi dan misi keluarga kami setelah 7 tahun berjalan, karena baru melek ilmu #telat banget. Visi misi yang kami bicarakan masih sangat garis besar, masih harus di breakdown sampai menjadi aktivitas harian yang bermuara pada visi kami.

Kalau sudah telat bagaimana, ya mending telat merumuskannya daripada tidak punya arah. Sebagai muslim sebenarnya Allah sudah memberi panduan jelas bagi kehidupan kita maupun keluarga kita yang tertulis di Qur'an dan Sunnah Nabi, namun lagi-lagi karena buta ilmu agama sendiri maka kita terjebak dalam berbagai masalah hidup termasuk masalah ini "hidup tanpa tujuan jelas".

Dan sepeti inilah Islam mengatur tujuan hidup kita :

Pertama biar gak bingung maka kita harus tahu dulu definisi dari Visi dan Misi itu sendiri.
         Visi : Cara pandang jauh kedepan, kemana keluarga akan dibawa agar eksis
         Misi : Sesuatu yang harus dilakukan keluarga untuk mencapai visi
         Muslim : Tercakup dalam rukun Islam dan rukun Iman

Nah ternyata Islam sebagai agama fitrah sudah mengatur apa yang harus menjadi visi misi setiap keluarga muslim, tahunya dari mana? ya dari panduan hidup kita yaitu Al Qur'an dan Hadits Nabi Saw.

Saya membaginya menjadi seperti ini :
1. Visi Akhirat
QS At Tahrim : 6“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Perintah ini diberikan kepada setiap pemimpin keluarga yaitu seorang ayah dan atau suami, bukan istri atau anak, untuk menjauhi neraka sebagai tujuan kehidupan akhirat kelak. Jika bukan neraka maka sebenarnya Allah menyuruh membawa keluarga kita menuju surgaNya. Maka jadikan surga sebagai visi tertinggi dari keluarga kita.

2. Visi Akhirat
Pahala mengalir dari anak sholeh
QS. Ath-Thuur (52) : 21Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
Salah satu pahala yang terus mengalir adalah doa dari anak yang sholih. Pastinya kita ingin sekali memiliki pahala yang terus mengalir saat kita sudah tak berdaya maka jadikanlah anak kita menjadi anak sholih terlebih dahulu.

3. Visi Dunia
Penyejuk mata dan Pemimpin orang bertakwa
QS Al Furqon (25) : 74Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Penyejuk mata itu tidak selalu karena fisiknya namun juga akhlaknya. Pemimpin bagi orang bertakwa, mungkinkah ia nya tidak bertakwa? tidak mungkin. Maka visikan agar kelak anak kita minimal menjadi orang bertakwa dan terus berusaha agar mereka menjadi pemimpin bagi orang bertakwa. Visi ini diperkuat dengan hadits dibawah ini :
  •       Hadits zaman
        Artinya: “Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah Zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan seperti zaman kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya. Lalu berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (Zaman Fitnah). Berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian berlakulah zaman penindasan dan penzaliman (Zaman Diktator) dan berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlaku pula Zaman Kekhalifahan yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.” (Riwayat Ahmad)



Ternyata dihadapan kita ini belumlah kiamat, namun zaman kholifah yang berjalan dengan cara Kenabian. Dalam redaksi bahasa Arabnya zaman mendatang itu sama dengan zaman kedua yaitu zaman Kholifah Rashidin, berarti pula cara pencapaiiannya haruslah sama. Kualitas keimanan kholifahnya pasti sama. Dan saat zaman itu tiba apa yang kita harapkan dari keluarga kita, terutama anak-anak kita. Ingin menjadi apa kita dan keuarga kita saat itu, dan ingat pemain utama tidaklah sama bayarannya dengan pemain figuran.
  •       Hadits Penaklukkan Roma
        Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel. (HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)
       
        Dalam hadits ini pasukan Islam kelak akan menaklukkan Konstantinopel dan Roma, Konstantinopel sudah ditaklukkan oleh Muhammad Al Fatih. Masih ingat kan haditsnya : “Kota Kostantinopel (Istanbul sekarang) benar-benar akan ditaklukan oleh seorang panglima. Panglima tersebut adalah sebaik-baiknya panglima dan sebaik-baiknya tentara” (HR Ahmad dan al-Hakim).
        Lalu tidakkah kita ingin anak keturuan kita kelak menjadi orang-orang yang menaklukkan Roma? Roma disini bukanlah kota Roma di Itali, tapi imperium romawi.
  •       Hadits 100 tahun
        Rosulullah SAW, beliau bersabda, “sesungguhnya Allah membangkitkan untuk umat ini disetiap awal 100 tahun, seseorang yang akan memperbaharui agama ini. ( Abu Hurairah, Abu Daawud)
       Tidakkah kita ingin anak atau cucu kita menjadi pembaharu agama Allah?

Bagaimana pemirsa, sudah ada gambarankah kelak keluarga kita mau kemana? kelak anak-anak 
kita akan dijadikan apa?

Gampangnya begini :
1. Surga sebagai tujuan akhir, tapi surga itu mahal gak sembarang orang yang bisa masuk,  siapakah yang bisa masuk? 
2. Menjadi ahli surga dengan menjadi orang bertakwa dan berusaha menjadi pemimpin orang bertakwa. Menjadi pembaharu agama Allah, berpartisipasi dalam pembebasan Roma dan bangkitnya peradaban Islam. 
3. Orang bertakwa biasa kita sebut orang sholih, orang sholih itu bukan sembarang orang tapi yang imannya kuat, ibadahnya baik, akhlaknya mempesona, bagaimana cara menjadi orang sholih? 
4. Disinilah usaha atau pelaksanaan misi menuju nomer 1. 
5. Mengetahui misi apa yang harus dikerjakan dan membuat strategi. Pp

Seperti itulah Islam mengarahkan visi keluarga muslim, bagaimana dengan misi apakah ada
tuntunannya? Ya, Islam pun memberikan contoh melalui baginda Nabi kita dalam menjalankan 
misi membentuk anak sholih. Karena sangat panjang penjabaran misinya, mungkin saya
akan bedakan postingannya. Tapi belum tahu kapan saya akan posting #tutup muka.

Referensi ayat maupun hadits masih bisa ditambahkan, seperti tujuan diciptakannya manusia 
untuk beribadah, bagi orang beriman dipersilahkan memilih memasuki surga dari pintu
manapun, hadits amalan yang tidak terputus, dll.

Wallahua'lam bisshawab 


Referensi :
Materi Akademi Keluarga Mustawa 1
Buku Inspirasi Dari Rumah Cahaya penulis Budi Ashari, Lc
Vidio Membaca Zaman bisa dilihat di SINI

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tuesday, January 12, 2016

Pemadam Cahaya

Nama surat dalam Al Quran biasanya mewakili kisah yang terdapat pada ayat-ayatnya, pun  surat An Nuur, yang berbicara mengenai cahaya. 

Dalam Islam cahaya adalah sumber segala bentuk kebaikan dan tidak ada keburukan yang datang darinya. Dalam surat ini pula Allah diperkenalkan sebagai sumber eksistensi dan cahaya yang menerangi alam semesta. 

Ayat 1-34 bebrbicara mengenai keluarga, baru di ayat ke 35 mulai berbicara soal cahaya. Setiap peralihan tema jika dipelajari lebih lanjut pasti ada tujuannya. Pun surat ini (Keluarga - Cahaya), maknanya bahwa setiap keluarga memerlukan cahaya. 

Karena tanpa cahaya Allah kita akan seperti ini, An Nuur ayat 40 :
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun

Itulah perumpamaan yang Allah buat jika tanpa cahayaNya, sangat gelap dan kelam hingga tidak bisa melihat diri sendiri apalagi melihat keluarganya, tidak punya cahaya sedikitpun apalagi untuk berbagi dengan keluarganya. 

Ayat 35
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hamper-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 

Begitulah gambaran cahaya Allah, sangat terang, cahaya diatas cahaya. Jangan sampai kita tidak merasakan cahayaNya walau sedikit, tapi mungkinkah kita hanya ingin sedikit saja? Maka bagaimana caranya agar merasakan cahayaNya yang benderang itu? 

Ayat 36
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. 

Allah menurunkan cahayaNya di tempat yang tiap pagi dan petang disebut namaNya, yaitu masjid. Maka datangi masjid untuk bertasbih mengingat Allah jika ingin mendapatkan cahayaNya. 

Dan siapa sajakah yang bisa membawa cahaya tersebut? 

Ayat 37
laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sholat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

Ya laki-laki yang dalam ayat ini memakai kata arab "Rizal", kata itu pasti tidak bisa dinisbatkan pada perempuan. Maka "Rizal" yang dilenakan dengan pekerjaannya, bisnisnya, dan dunia tidak akan mendapat cahaya dari Allah, pun tidak bisa membawa cahaya bagi keluarganya. Maka ia pun menjadi sang pemadam cahaya bagi keluarganya. 

Lalu kata mendirikan sholat dan membayar zakat dikeluarkan dari kata umumnya yaitu mengingat Allah (ibadah), disebut secara khusus. 

Abdullah bin Abbas :
Mereka laki-laki yang sedang berniaga, jual beli, bekerja dan ketika mendengar panggilan azan, mereka melempar apa yang ada ditangannya. 

Kata melempar berarti bergegas memenuhi panggilan Allah ke masjid dan sholat. Mereka tidak pernah takut atau khawatir peluang bisnisnya hilang karena yakin rizki itu dari Allah. Harta yang mulai melenakan itu tanda tidak barokah. 

Saat Rosul di Madinah pernah terjadi kejafian orang-orang lebih memilih mengurusi barang perniagaan dan meninggalkan Rosul yang sedang kutbah Jumat hingga tersisa 12 orang saja. 

Maka perniagaan itu memang sungguh mengiurkan. Jika ada laki-laki yang meninggalkannya demi Allah pastilah dia memiliki visi akhirat. Laki-laki yang hanya bervisi dunia tidaklah bisa membawa keluarganya menuju kebahagiaan akhirat. 

Suami bervisi akhirat maka istri pun akan bervisi akhirat. Jika tidak, maka suami akan melakukan revisi kepada istrinya. Seperti Rosul merevisi istri-istrinya saat meminta kenaikan uang belanja. Seperti Umar Bin Abdul Azis yang merevisi istrinya beberapa hari setelah dia diangkat menjadi kholifah, dengan memberi pilihan ikut dengannya dan menyerahkan perhiasan ke baitul maal atau dicerai. 

Bukan berarti kita tidak boleh kaya, karena Allah suka dengan orang yang bertakwa, kaya dan bersembunyi dalam bersedekah. Tidak ada larangan untuk hidup berkecukupan. Tapi jangan sampai dunia ini menghalangi kita dari cahaya Allah. 

Lalu apakah Allah hanya memberi cahaya kepada laki-laki saja, lalu bagaimana dengan perempuan? 
Tidak,  Allah memberikan cahaya kepada siapa saja, laki-laki maupun perempuan.  Laki-laki mendapat cahaya dari beribadah di masjid, perempuan mendapat cahaya dari beribadah di rumah, maka saat bertemu akan menjadi klop, itu bagaikan minyak zaitun yg bersinar dan api yang dinyalakan pada minyak tersebut, maka seperti cahaya diatas cahaya. 

Selain mendapat cahaya Allah orang yang tidak dilenakan oleh jual beli dan perniagaan akan dipanggil oleh malaikat dan berjalan tanpa di hisab, sedang barang siapa yang dihisab itu merasakan beban berat dan berkata daripada dihisab lebih baik dimasukkan langsung ke neraka. (redaksi haditsnya blm saya dapatkan) 

Maka apakah kau akan menjadi PEMADAM CAHAYA bagi keluargamu wahai para SUAMI dan AYAH? 

Sesungguhnya kami,  istri dan anak-anakmu selalu menantimu dengan membawa cahaya Allah untuk kau bawa pulang. 


Inspirasi dari Kajian Orang Tua Kuttab Al Fatih
Oleh Ustadz Herfi Ghulam Faizi
Depok, 9 Januari 2016

Friday, December 25, 2015

Homebirth VBAC

Assalamu'alaikum. 

Apa kabar pemirsah?  Semoga selalu dalam keadaan baik ya,  aamiin.  
Sudah lama saya gak nulis, karena males banget kalau buka leppy, ini mencoba menulis lewat handphone aja,  moga gak bikin mata saya kenapa-kenapa ya :D

Sebenarnya banyak cerita dari kehamilan terakhir saya kemarin, tapi kali ini cuma mau cerita soal persalinan saya yang milih untuk homebirth saja. 

Dari dulu sebelum hamil anak ke 3, saya sudah banyak baca dan dapet cerita mengenai home birth, gentle birth, water birth, natural birth dan VBAC. Dari dulu udah kepikiran kayanya enak kalo lahiran di rumah aja, lebih pengen ke coba-coba aja sih. Eh jadi kenyataan dan jadi pengalaman yang luar biasa buat saya dan suami serta anak-anak. 

Tadinya saya memang niat melahirkan di bidan yang pro gentle birth, karena ingin dapat dukungan buat VBAC. Namun masalah keuangan juga mempengaruhi pilihan persalinan saya, karna cuma punya budget 6-7juta, dan jumlah segitu jaman sekarang kalo di rumah sakit cuma dapet kelas 3 aja. Karena pengalaman persalinan sebelumnya dapet rizki sendiri sekamar jadi bikin maju mundur caem gitu deh, plus takut dapet dokter yang gak sabar karna ada riwayat SC. Jadi kayanya lebih milih lahiran ditemani sama bidan yang pro gentlebirth yang insyaAllah sabar menanti bayi saya lahir dengan normal. 

Dua bulan sebelum melahirkan saya belum memutuskan mau lahiran dimana, entah apa yang saya galaukan. Karena saya belum juga sekalipun kontrol ke bidan yg saya mau itu. Nah sekitar sebulan sebelum melahirkan, tetangga saya melahirkan dirumah dengan kasus VBAC dan persalinannya lumayan lama karena ada kasus kontraksi berhenti saat bukaan sudah lengkap, bayi baru keluar sekitar 24 jam setelah bukaan lengkap. Jadi bu bidannya nginep 2 malam di rumah tetangga saya itu. 

Dari situ saya kepikiran mau homebirth juga, diskusi sama suami dan Alhamdulillah suami mendukung. Akhirnya minta diketemuin sama bu bidannya pas kunjungan setelah 3 hari persalinan buat mijit ibu dan bayinya. Nama bu bidannya mba Maya, saya lebih enak manggil begitu, karena dia masih muda banget dibanding saya, baru 25 tahun pemirsah.

Habis dari rumah tetangga, mba Maya dan asistennya datang ke rumah saya. Kami diskusi banyak dan saya memutuskan mau ditemani persalinannya dengan beliau. Akhinya karena tinggal 1 bulan menjelang HPL saya dikasih banyak PR antara lain :
1. Olah raga jalan kaki min 20 menit setiap hari
2. Melakukan gerakan penguatan organ pendukung persalinan (ada 3 gerakan), hari ke 1 50x, hari ke 2 100x, hari ke 3 150x, hari ke 4 dan selanjutnya 200x
3. Cek darah terutama HB, karna kalau HB rendah bisa mengakibatkan perdarahan
4. Makan kurma 3x7 setiap hari
5. Minum minyak zaitun 1 sdm setiap hari 
6. Minum spirulina 1x1
7. Makan putih telur ayam kampung min 2/hari

Awal Juni 2015 saya masih bekerja jadi jalan kakinya cuma pas weekend aja. Nah akhir Juni saya sudah tidak bekerja jadi bisa keliling perumahan setiap hari. Saat itu pas bulan puasa tapi saya tidak kuat puasa jadi gak terasa itu bulan puasa. Coba 1 hari cuma sampai jam 10 udah haus banget.

Seminggu setelah ketemu mba Maya, saya kontrol ke dokter dan memang jadwal buat cek darah. Hasilnya HB saya cuma 9.2 padahal harusnya minimal 10. Saya sudah menduga HB saya rendah karna pengalaman hamil Aisyah saya harus transfusi darah dulu sebelum SC. 

Ikhtiar menaikan HB pun dilakukan dan ditambah konsumsi susu kambing dan jus buah bit. Sampai kehamilan minggu ke 37 HB saya malah turun ke angka 8.5. Pas kontrol ke dokter dikasih opsi buat transfusi darah dan dikasih surat pengantarnya. Karena sudah mepet takut lahiran di minggu ke 38 yang artinya tinggal seminggu lagi. 

Sampai rumah konsultasi juga sama mba Maya dan kami memutuskan melakukan transfusi darah di RS. Saya cuma menginap semalam di RS dan transfusi darah sebanyak 2 kantong. Pengalaman dulu transfusi darah pertama kali saya,  hasilnya gagal sebanyak 2 kantong karna darah tidak mengalir ke pembuluh darah saya dan akhirnya darah membeku dan tidak bisa digunakan. Serta saya mengulang transfusi lagi sebanyak 2 kantong. 

Berbekal pengalaman tersebut saya dan suami bener-bener gak tidur jagain aliran darah biar gak mengumpal dan beku. Serta transfusi terakhir kemarin benar-benar terasa sakit. Tangan saya yang dipasang selang terasa senut-senut sakit terlebih di kantong ke 2. Suami juga terus mengelus-elus lengan agar darah tetap mengalir, indikatornya dilihat dari tetesan di infus. 

Alhamdulillah sekitar Subuh transfusi selesai dan dicek ulang HB nya. Lengan saya masih terasa sakit tapi sudah mulai hilang sakitnya. Dan syukurnya hasil cek HB saya naik ke angka 10.1, dan bisa pulang dengan tenang. Akhirnya saya bisa fokus menantikan kontraksi datang di pekan berikutnya.

Minggu ke 38 saya sudah merasakan kontraksi palsu sebentar-sebentar, paling lama pas malam takbiran selama 4 jam tapi makin lama makin hilang kontraksinya. Oh iya saya dah mulai sering duduk di gymball dari minggu ke 37, gymballnya minjem sama tetangga saya. 

Ternyata Allah menakdirkan si dede lahir di tanggal yang sama dengan kakak perempuannya Aisyah, yaitu tanggal 25 Juli. Kontraksi mulai terasa jam 10an malam masih blm teratur, mulai teratur jam 2 pagi. Kontraksi persalinan ini lebih sakit dibanding persalinan normal pertama saya. Sakitnya di perut dan pinggang saya, semaleman meringis kalau kontraksi datang sambil ngitung kontraksi pakai app di android sama WA-an sama mba Maya. 

Saya tipikal yang gak mau ngeribetin suami, jadi kalo kontaksi ya pencet HP, tangan yg satu elus-elus perut yang satu lagi elus-elus pinggang. Saya juga tipikal kalo menjelang persalinan tetiba males bersuara, mending tutup mata sambil menikmati dan menghayati GC hehehe.

Saat Subuh tiba, saya mandi terus lanjut sholat baru minta mba Maya buat meluncur ke rumah saya. Pengalaman persalinan normal pertama dulu kontraksi udah 5 menit sekali eh baru bukaan 2. Jadi minta mba Maya datengnya pas kontraksi udah kadang 4 atau 3 atau 5 menitan. 

Karna kontraksi yang ini lebih hot rasanya, jadi saya kaya semedi di kamar sendirian, duduk diatas gymball menikmati gelombang cinta (GC) datang dan pergi. Saya gak mau dideketin sama anak-anak, suami sesekali masuk kamar dan nanyain perkembangan terus keluar lagi sambil urus anak-anak biar udah rapi, dan gantian urusin saya, maklum sudah gak ada ART.

GC makin nyess banget, tetep semedi di atas gymball sambil goyang inul. Jam setengan 7an lewat mba Maya sampai rumah. Asisten mba Maya, Mba Lilis langsung masak air, pompa kolam dan nyiapin macem-macem. Saya gak lihat tapi dengar dari persemedian saya. Lanjut mba Maya masang murotal surat Maryam, dan nemenin saya di kamar sambil elus-elus pinggang saya, sama nempelin penghangat di pinggang. Rasanya enak banget, apalagi kalo GC lagi kenceng banget, itu alat penghangat meredakan banget rasa sakit di pinggang.

Oh ya pas mba Maya dateng bukaan saya udah 5. GC kali ini bener-bener lebih dasyat dari persalian pertama saya, sampai-sampai saya gak kuat dan sedikit teriak, walau teriaknya pake kalimat istighfar tapi tetep aja teriak ya hehe. Di persalinan pertama, saya kalem tidak bersuara walau diinduksi.

Nah sebelumnya saya cuma semedi di atas gymball, dan mba Maya nawarin buat turun dari gymball dan jongkok aja. Akhirnya jongkok eh tapi kok jadi pengen pipis ya, dan saya pipis ke toilet. Habis bersihin pipis kok tetiba kaya pengen pup, dan langsung bilang mba kok kaya mau pup. Mba Maya panik, eh jangan disini, ayuk masih bisa jalan kan. Saya di tuntun ke ruang tamu. Rasa ingin mengejan makin kuat.

Mba Lilis ngecek air yg dimasak belum panas jadi gak memungkinkan buat waterbirth, jadi siap-siap di kasur yang sudah disiapkan. Mba Maya nawarin mau posisi gimana, saya minta diambilin gymball dan saya peluk.

Saking menghayati pas gymball dateng lagsgung saya peluk dan biasa deh langsung tutup mata hehehe...itu cara saya merelaksasi diri dari rasa sakit GC. Mba Maya langsung kasih intruksi buka mata dulu, nanti kalau mulesnya datang dan kepala bayi belum keluar nafasnya harus begini gigi atas dan bawah diketemukan dan bunyi nafasnya jadi hes hes hes, kalau kepala bayi sudah keluar model nafas diganti jadi kaya model meniup huh huh huh.

Al hasil sekeras apapun saya pas ngejan tekanan jadi terasa ringan di wajah dan tenggorokan tapi kuat di perut. Kalau tidak mules saya gak boleh mengejan karna akan percuma cuma menghabiskan tenaga. Saya baru merasakan ternyata rasa mulas walau sudah bukan lengkap juga datang dan pergi, gak terus menerus. Saat persalian pertama saya pas dah mules saya terus-terusan mengejan sampai bayi lahir jadi tidak terasa ternyata ada saatnya mulas itu tidak terasa walalau bukaan sudah lengkap.

Dan mulas hebat pun terasa sambil terus nafas model pertama saya benar-benar merasakan besarnya kepala bayi saya melewati jalan lahinya, karena tidak disobek terlebih dahulu seperti persalinan normal di RS. Saya benar-benar merasakan bayi saya perlahan keluar dengan perlahan dan akhirnya keluar juga kepala bayi saya.

Mba Maya langsung memberi intruksi untuk menganti model nafas dengan model kedua, dan ini tidak langsung juga saya mengejan karena menunggu rasa mulas berikutnya. Akhinya dia datang dan sambil nafas model meniup Alhamdulillah badan bayi saya keluar dengan lebih mudah daripada mengeluarkan kepala.

Setelah itu saya tinggal mengeluarkan plasenta dan saya berganti posisi dari setengan berdiri memeluk gymball ke posisi tidur biasa sambil IMD bayi saya. Kali ini IMDnya beneran hehehe, si dede dede dari perut saya naik ke dada, bayi saya ini kuat banget masa udah bisa angkat kepala buat balik arah dan hap hap langsung nyedot kenceng banget.

Sambil IMD saya dijahit dan hanya 1 jahitan saja, kata mba Maya bisa juga gak dijahit kok cuma robek dikit banget, tapi suami yang minta dijahit aja. Selesai jahit, bayi saya ditimbang dan lumayan bear 3,5kg panjang 53cm. Lalu dipakaikan baju dan dibedong. Plasenta ditunda dipotongnya sampai 3 jam kemudian saat mba Maya dan mba Lilis pulang.

Saya baru boleh berdiri minimal 6 jam pasca persalinan, jadi selama itu saya cuma tiduran di ruang tamu saja. Mama dan bapak saya datang saat semua sudah beres dan rapi, jadi tinggal sarapan bareng saja. Mba Maya dan mba Lilis juga belum sarapan karena sebelum ke rumah saya, mba Maya baru sampai rumah sebentar habis dinas menemani persalinan juga di Bogor.

Ah sungguh indah mengenang persalinan saya yang terakhir kemarin, terasa santai, tenang gak kaya dikejar-kejar maling. Dan inilah foto pertama bayi laki-laki saya yang pipinya gembul banget.



Puji syukur selalu pada Allah telah memberikan keselamatan pada saya dan bayi saya dan memberikan pengalaman persalinan yang luar biasa. Terima kasih buat suami tersayang yang selalu mendukung keinginan saya, lalu terima kasih buat mba Maya dan mba Lilis atas ilmu dan pendampingannya. Terima kasih buat mba Farah yang mengenalkan mba Maya ke saya, terima kasih mba Ratih yang sudah minjemin gymballnya, terima kasih buat emak-emak hebat Orchid yang saling mendukung dan banyak kasih info.

Hosh hosh ternyata postingan saya panjang ya kali ini, eh iya akhirnya saya gak sanggup posting lewat HP hehehe...ini lagi membajak laptop suami.

Moga ada manfaat buat pemirsah. Sekian dan terima kasiah #hahaha apaan seeh.

Wassalamu'alaikum.

Sunday, April 19, 2015

My Lovely 22 Weeks Preggy

Assalamu'alaikum.

Pagi itu tetiba saya pengen difoto dengan perut buncit saya, fotonya di parkiran sekolah Kuttab hihihi soale saya ada pertemuan tambahan akademi Keluarga dengan tema Madrasatul Ula.

Jadi penampakannya kaya gini
22 weeks
BB sudah 82 Kg
dah keliatan kaya 9 bulan ya :D


Semoga kehamilan saya sehat-sehat saja dan bisa melahirkan secara normal dengan mudah dan lancar. Aamiin.

Wassalmu'alaikum.

Thursday, March 12, 2015

Hamil Lagi

Assalamu'alaikum.

Sudeh lame tak tulis berite pade blog ini, rase sangat rindu #ipin-upin mode on
Hehehe itu akibat saya ketularan aksen anak-anak di rumah yang seneng banget ngikutin ipin dan upin. 

Alhamdulillah akhirnya saya hamil lagi untuk yang ke empat kalinya, kehamilan ini sudah saya tunggu-tunggu dari Juli 2014 tapi baru hadir di Nov 2014. Karena itu juga saya jadi males nulis-nulis di blog ini, pokoke jadi gak napsu ngapa-ngapain.

Di kehamilan kali ini Alhamdulillah saya tidak mengalami keputihan yang berlebihan malah bersih banget gak ada keputihan, di 3 kehamilan sebelumnya itu kalo trisemester pertama pasti keputihan berlebih dan gatel yang teramat sangat pada daerah miss v saya. 

Di kehamilan pertama hanya dikasih obat minum dan yang dimasukkan ke miss v, hasilnya itu gatel gak sembuh-sembuh sampai menjelang 5 bulan mulai hilang. Di kehamilan ke 2 karna dengan dokter kandungan yang sama akhinya dicoba dengan metode membersihkan miss v dan sekitarannya dengan cotton bud jumbo (gak tau namanya), hasilnya rasa gatenya berkurang banyak bahkan tidak terasa gatel lagi. Setiap kontrol bulanan membersihkan miss v jadi agenda reguler saya walau sedang periksa dengan dokter yang lain. Di kehamilan ke 3 pun seperti itu yang terjadi, walau saya keguiguran di usia kandungan 2,5 bulan.

Di kehamilan ini begitu banyak kemudahan yang Allah berikan, dan saya juga sudah minta sejak awal mengetahui saya hamil agar gak ada keputihan dan gak gatel-gatel. Allah sangat baik, doa saja dikabulkan #terharu. Sangat nyaman dan gak bikin kantong bolong, soale kalo pake bersih-bersih itu biaya kontrolnya jadi mahal bingit.

Kandunga saya sekarang sudah 20 minggu, sudah doyan makan dan ngemil. Kemarin liat si dede insya Allah kelaminnya laki-laki (harapan mertua saya), Alma maunya punya adik cewek biar punya tim katanya :D

Plasenta masih di bawah, semoga bukan plasenta previa kaya pas hamil Alma, karna pengen banget ngerasain lagi lahiran normal yang "enak banget rasanya" hihihi. Saya menikmati proses detik demi detiknya dengan santai dan penuh percaya diri berbekal bacaan-bacaan soal kehamilan dan persalinan, serta yakin Allah pasti kasih jalan. Apalagi pas Faiz keluar, masya Allah rasanya semua sakit itu hilang seketika.

Jaman hamil Faiz sih belom terkenal model yang "Gentle Birth" kaya sekarang, tapi saya rasa saya sudah merasakan model itu pas lahiran Faiz. Saya tenang walau di induksi karna pecah ketuban duluan, suami mendampingi, saya kalem alias saya merintih tapi gak teriak-teriak, Alhamdulillah yang keluar dari mulut cuma tasbih, tahmid, takbir dan istighfar serta minta elus-elus tangan sama suami. #alim amat ya saya

Saya percaya diri karena merasa tau kalo saya akan mengalami proses ini dan selanjutnya ini....karna di kepala saya teringat isi buku bacaan soal persalinan...dari saat awal kotraksi usahakan tetap tidur atau memejamkan mata karena malam hari, dan hitung interval kontraksi, setelah kontraksi 5 menit sekali baru ke RS, jangan buang tenaga hanya untuk berteriak-teriak karena persalinan butuh banyak tenaga, usahakan makan makanan yang manis untuk cadangan tenaga. 

Jadi nyeritain persalinan Faiz ya hihihi....gak tau deh saya kalo nyeritain persalinan Faiz tuh emang semangat banget dan seneng. Berasa berbunga-bunga.

Semoga saya bisa mengulang pengalaman seperti saat persalinan Faiz, aamiin.

Wassalamu'alaikum.


Sunday, November 23, 2014

Mandi Hujan

Assalamu'alaikum.

Saya mau cerita soal kegiatan mandi hujan anak-anak saya, tapi kali ini ada yang berbeda....tsaaaah. Dari dulu saya meyakini mandi hujan tidaklah berbahaya dan sebagai ajang anak mengenal ciptaan Allah berupa air.

Namun setelah saya mengikuti Akademi Keluarga semua tetap sama soal pandangan saya tentang air hujan, namun ada tambahan lagi selalu gunakan momen-momen apapun untuk berdialog dengan anak-anak mengenai Allah dan rosul. Kegiatan tersebut biasa disebut dialog iman atau mengaitkan hati anak dengan Allah dan Rosul.

Siang itu kami makan siang sedikit telat karena anak-anak baru saja bangun tidur, diakhir kegiatan makan kami tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Anak-anak saya langsung beride "mama nanti boleh main hujan gak?", saya bilang boleh tapi makannya harus habis dulu.

Habis makan kami bersiap tapi saya juga jadi beride memanfaatkan momen hujan untuk mengetahui apa sih yang Al Qur'an tulis tentang hujan, googling akhirnya dapet ayat-ayat yang bertuliskan hujan. Saya bacakan 3 ayat yang memuat kata hujan, Masya Allah saya dapet ayat-ayat yang memang menerangkan manfaat hujan dan perumpamaan bagi orang yang beramal tapi suka mengungkit. Saya juga menambahkan sifat-sitar benda cair yang memenuhi ruang sesuai wadahnya, dan bergerak atau mengalir dari tempat yg lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.

Setelah selesai kami lanjutkan dengan mandi hujan tapi memakai jas hujan, saya hanya memakai payung. Kami memperagakan 2 sifat benda cair dan perumpamaan bagai tanah diatas batu dan tertimpa air hujan (amal yang sia-sia) sesuai ayat yang kami baca.

Setelah itu anak-anak bebas berlarian kesana kemari, saya hanya mengawasi saja. Selesai main air hujan kami minum teh dan makan biskuit bersama sambil saya tanyakan pengalaman mandi hujan mereka. dan ini foto-foto kami :)




Cara tadi saya dapat dari salah satu pemateri AKU,mencoba mencari jawaban atas pertanyaan anak di Al Qur'an. Harusnya sih orang tuannya dah hafal isi Qur'an tapi karna belum cara tadi lumayan membantu para orang tua agar tidak salah menjawab dan memiliki landasan atas setiap jawabannya.

Beberapa kali mencoba cara tersebut dan anak-anak puas atas yang tertulis di al qur'an dan mamanya juga ikutan belajar.

Wassalamu'alaikum.

Thursday, October 16, 2014

Akademi Keluarga

Assalmamu'alikum.

Niatan awal pengen nulis setiap habis pertemuan Akademi Keluarga (AKU), tapi ternyata bikin PR pun saya masih suka SKS (sistim kebut semalam) :D. Jadi saya kasih gambaran secara keseluruhannya saja ya...hihihi

AKU ini berjalan selama 1 tahun, pertemuannya 1 bulan sekali, bianyanya 1,25 dinar. Pendaftaran kelas baru biasanya di bulan Februari.Alhamdulillah banyak manfaat yang saya dan suami rasakan, terutama dalam menentukan ulang arah keluarga dan pengasuhan anak kami. Materinya bagus-bagus, sesuai kebutuhan keluarga saya ya yang merupakan keluarga muslim. 

Yang belajar adalah para istri dan ibu namun dalam beberapa pertemuan suami dan ayah juga diwajibkan hadir jika materinya dianggap sangat penting, karena biasanya para suami itu kalo mendapat ilmu dari para istrinya suka gimana gitu dibanding langsung dari ustadz

Materi-materinya :
1.  Stadium general – bersama ayah
2. Mendidik dengan keteladanan
Berbagi peran suami istri

3. Harmonisasi suami istri

Peranmu surgamu
4.       Mendidik anak laki-laki
Mendidik anak perempuan
5.       Financial dalam keluarga – bersama ayah
Mengajarkan halal dan haram
6.       Mengajarkan anak tentang uang
Mengajarkan quran dan zikir
Pembagian rapot bayangan
7.       Mengajarkan rutinitas ibadah
Berkisah dan nasyid
8.       Liburan dan permainan bermanfaat
Calistung
9.       Keselarasan rumah dan sekolah
Hubungan baik dengan mertua dan ipar
10.   Menanamkan tauhid dan surga
Bahasa peradaban
11.   Aurat dan adab minta izin
At Thibun nabawi
12.   Ibroh hamil, melahirkan dan menyusui
Belajar dari pengalaman keluarga dgn 7 anak
13.   Diskusi dan berbagai cerita – bersama ayah

Pembagian sertifikat dan hasil belajar

Rasanya seperti sekolah, ada  absensi, tugas  dan rapot. Setiap habis dapat materi nanti ada tugas essy dan kegiatan implementasi dari setiap materi selama 20 hari.  Jadi mau gak mau kita berusaha mengimplementasikan materi2 yang sudah kita dapat, biar gak cuma di dalam buku.

Setiap pertemuan selalu membuat saya  ber Oooo Oooo, saking ternyata saya jauh sekali dari agama saya sendiri. Saya jadi memahami tujuan saya diciptakan, tugas utama saya, tugas utama suami, kami adalah teladan anak2, kapan kami harus mengajarkan sholat, kapan kami boleh memukul anak kalo tidak mau sholat, apa tujuan utama mengajarkan qur’an dan hadits, harta harus halal, dll. Mungkin nanti “Oooo” nya akan lebih banyak karena saya baru sampai pertemuan ke 6, 

Ber Ooo nya itu sambil istighfar sama makjeb gitu deh, dalam masalah keuangn ternyata saya slah kaprah. Jadi postingan saya mengenai asuransi dan reksadana jangan diikuti ya...maklum ilmu syariahnya nol besar.

Saya pribadi bener-bener merekomendasikan buat para keluarga muslim yang masih kurang ilmu syariahnya, yang masih bingung mau dibawa kemana keluarganya, dan yang masih bingung cara mendidik anak-anak.

Semoga kita dimudahkan untuk benar-benar menjaga keluarga kita dari api neraka, aamiin.

Wassalamu'alikum.



Tuesday, May 20, 2014

Parenting Nabawiyah

Assalamu'alaikum.

Kedengaran aneh ya Parenting Nabawiyah (PN) , biasanya kita cuma baca atau dengar kata parenting saja. Parenting Nabawiyah adalah ilmu pengasuhan dan mencoba belajar dan mengadopsi cara-cara Nabi kita Muhammad SAW dididik dan dalam mendidik sahabat serta generasi di bawah Beliau.
Saya mengenal PN dari tetangga saya mba Yani #peluuuk. Dia menyekolahkan anaknya di Kuttab Al Fatih, nah sekolah Kuttab Al Fatih juga memiliki kegiatan memberi pelatihan soal PN di Akademi Keluarga (AKU) untuk para orang tua.

Saya dan suami mengalami perjalanan panjang yang sangat berharga dalam mencari model pengasuhan yang cocok dengan tujuan kami kedepan untuk keluarga kami. Saya bekerja di sebuah sekolah dasar yang berbasis Islam, di sini saya sering mendapatkan pelatihan soal parenting, saya juga membaca beberapa buku menyoal parenting bersama suami saya, pada dasarnya saya ingin memberikan pengasuhan yang baik untuk anak-anak saya.

Terus terang saya suka bingung karena terkadang saya mendapat ilmu yang saling bertolak belakang dari setiap pelatihan parenting. Saya sedikit kesulitan dalam penerapannya, karena ilmu yang saya dapat biasanya hanya teori bukan hasil contoh nyata dari seseorang, serta karena saya muslim dan ilmu parenting tersebut umum.

Alhamdulillah di komplek saya tinggal, DKMnya sering mengadakan seminar parenting, waktu itu yang mengisi adalah Ust.Benri Jaisyurrahman. Yang beliau sampaikan sangatlah menarik bagi saya, dia menceritakan bahwa pemuda-pemuda Islam yang notabene sahabat Rosul bisa menjadi hafidz pada usia muda, serta mereka juga bisa menjadi panglima perang walau usianya masih belasan tahun.

Lalu ada juga Muhammad Al Fatih sebagai penakluk Konstantinopel, padahal dia hidup pulah tahun terpisah dari Rosululloh, namun dia bisa menaklukkan Konstantinopel saat usinya masih antara 21-23 tahun, dia juga seorang hafidz, bisa berbahasa dalam 4 bahasa, tubuhnya kuat karna ia panglima dan Raja.

Setelah seminar saya sangat senang karena sepertinya saya sudah punya frame mengenai masa depan anak saya, yaitu ingin menjadikan mereka seperti sahabat Rosululloh. Saya sempat berdiskusi dengan mba Firza tetangga sholihah saya, kita berdua ingin anak-anak kami menjadi seperti para sahabat, namun saat seminar Ust. Bendri tidak memberikan tahu proses pembentukan sahabat tersebut, jadilah saya galau, mupeng, dan bingung hehehe.

Kami berdua bingung kenapa generasi terdahulu begitu dewasa saat usia meraka masih belasan tahun? Mengapa saya pribadi dan generasi sekarang umur 21 tahun baru lulus kuliah dan masih bergantung pada orang tua serta tidak dewasa? Apa saja sih yang dilakukan orang tua jaman Rosul terdahulu kok bisa menghasilkan anak-anak yang seperti itu? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu ada difikiran saya, dan saya terus mencoba mencari jawabannya.

Belakangan  saya juga sering mendengar mba Yani cerita soal Kuttab Al Fatih, akhirnya saya mencoba ikut mba Yani menghadiri sekolah orang tua di Kuttab, temanya saat itu tentang kegiatan sehari-hari di sekolah dari masuk sampai pulang. Jadi seperti menghadiri open house Kuttab padahal bukan. Saya senang dengan pola pendidikan yang di jelaskan oleh guru-guru disana yang mengaplikasikan Parenting Nabawiyah dalam pengajarannya.

Saya berkomunikasi dengan suami saya yang menghasilkan keputusan kami akan memasukkan Faiz tahun ini ke Kuttab.Walau sebelumnya kami berniat memasukan Faiz ke SD umur 7 tahun. Saya mendaftar dan Faiz mengikuti observasi disana, namun sedih sekali Faiz tidak diterima. Saya sangat sedih, namun suami menyemangati "mungkin Allah sudah mencatat kalo saya maunya masukin ke SD umur 7 tahun".

Saat bersamaan Kuttab Al Fatih membuka program Akademi Keluarga  (AKU) Parenting Nabawiyah. Program ini diperuntukkan bagi orang tua muslim umum yang ingin belajar parenting ala Rosululloh dan bagi yang berminat memasukkan anaknya di Kuttab Al Fatih, karena peserta akademi Keluarga jika nilainya bagus akan mendapat prioritas memasukkan anaknya ke Kuttab Al Fatih.

Akhirnya saya dan suami mendaftar AKU, niatan awalnya agar Faiz tahun depan diterima di Kuttab. Namun setelah pertemuan perdana pekan lalu yang begitu WOW, saya merasa ini adalah berkah dari Allah, jika Faiz diterima di Kuttab belum tentu saya dan suami ikut AKU dan belajar lebih dalam soal PN.

Allah memang sebaik-baiknya pembuat rencana. Allahu Akbar

Nanti saya akan menulis soal pertemuan perdana AKU yang WOW itu, moga gak bosen bacanya.

Wassalamu'alikum.






Friday, May 16, 2014

Main Hujan-hujanan

Assalamu'alaikum.

Kamis lalu hujan deras melanda Depok, alhasil saya punya ide untuk main hujan-hujanan sama Alma tapi tetap pakai jas hujan. Cuma sama Alma karena Faiz sedang outbond ke Bogor ikut kegiatan sekolahnya dan suami saya sedang pergi ke rumah kakak ipar di Pamulang.

Alma senang sekali, dia berlari kesana-kemari sambil menghentakan kaki agar air muncrat #bener gak ya bahasanya hehehe. Kami main hujan-hujanan lumayan lama sekitar 30 menitan.


Ini hasil jepretan HP mba Juju


Sehabis main hujan-hujanan saya dan Alma mandi lalu dilanjutkan minum teh madu hangat buatan mba Juju ditemani oleh salt biscuit....Subhanallah rasanya nikmat banget. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk menceritakan ke Alma siapa yang menurunkan hujan tadi, dan betapa hebatnya allah yang sudah menurunkan hujan dari langit.Tapi Alma hanya senyum-senyum saja sambil terus menyelupkan biskuit ke dalam teh hanganya.

Saya sangat senang bisa bermain hujan-hujanan sama Alma, tidak seperti pengalaman saat saya kecil, saya tidak boleh main hujan-hujanan sama ibu saya. Wal hasil saya suka iri melihat teman-teman saya yang diperbolehkan main hujan-hujanan oleh ibu mereka.

Yang mau coba main hujan-hujanan gak perlu takut nanti anak jadi flu, yang penting setelah main hujan langsung mandi dan minum atau makanan yang hangat-hangat. Selamat mencoba :)

Wassalamu'alikum.





Friday, May 02, 2014

Belajar Berinvestasi Di Reksa Dana

Assalamu'alaikum.

Alhamdulillah akhirnya saya akan menulis pengalaman saya berinvestasi di reksa dana, secara dah pengen banget nulis pengalaman ini tapi apa daya rasa malas melanda.

Saya cerita dulu nih latar belakang saya investasi di reksa dana, salah satunya karna membaca buku Ligwina Hananto yg saya tulis resumenya di sini saya tersadar bahwa keuangan keluarga saya tidaklah sehat istilahnya amburadul. 
Saya jadi berpikir bagaimana nanti saya akan membiayai pendidikan anak-anak saya, selama ini saya santai-santai saja karena berharap kelak anak saya akan bersekolah dasar di tempat saya bekerja, yang Alhamdulillah memang gratis sampai lulus. Namun saya juga punya mimpi untuk resign suatu saat nanti, masa saya harus nungguin semua anak saya lulus baru bisa resign.
Lalu saya mengingat lagi dana pendidikan yang diperlukan anak saya di masanya kelak sangatlah bikin hati deg-degan....apa saya bisa membiayai pendidikan mereka? lha tabungan aja saya gak punya.

Saya juga sering dengar ungkapan, buat anak mah nanti ada rizkinya sendiri yang penting banyakin doa aja. Ungkapan itu memang benar tapi saya jadi berpikir, jangan-jangan Allah sebenernya sudah menitipkan rizki anak-anak lewat saya dan suami, tapi karena kami tidak bisa mengelola rizki itu jadi anak-anak kami tidak bisa sampai sekolah sampai perguruan tinggi.....huaaaa mewek lah saya

Jadi inget juga sama ayat ini :
Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. (An-Nisa/4:9)
Saya benat-benar takut kalau saya gak bersungguh-sungguh menyiapkan dana pendidikan anak, saya termasuk yang meninggalkan keturuan saya dalam keadaan lemah....walau lemah itu bukan hanya soal keuangan, tapi juga iman dan ilmu.
Dan satu lagi alasan saya terus belajar dan memaksa berinvestasi karena suami saya merasa tidak terlalu penting dalam merencanaan keuangan keluarga kami, istilahnya gak melek info soal ini...jadi saya yang harus melek...saya yang harus mencari informasi baik dari buku, internet dan dari tetangga. Sampai reksa dana itu saya yang beli sendiri dan atas nama saya...hehehe

Alhamdulillah sejak September 2013 saya mulai berinvestasi di reksadana, untuk awalan agar mudah saya menggunakan fasilitas Bank Commenwealth, bank ini yang paling banyak menjual reksa dana dibanding bank lain. Transaksinya pun mudah karna menggunakan internet banking.

Saya memilih reksa dana syariah untuk menyakinkan diri saya bahwa dana pendidikan anak saya diperoleh dari usaha yang halal. Serta lebih praktis karna saya tidak perlu mengecek ulang ke perusahaan mana saja uang saya dialirkan, saya sedikit takut jika uang dialirkan ke perusahaan yang menjual barang tidak halal. Tapi info aliran dana dari setiap reksa dana ada lho....bisa dicek online juga.
Saya baru berinvestasi di 1 reksa dana saham dan 1 reksa dana campuran. Pembelian awal hanya perlu Rp. 500.000,- , auto invest Rp. 100.000,-/bln, top up min Rp. 500.000,-.
Tapi saya memilih top up sendiri setiap bulannya.

Soal kelebihan dan kekurangan investasi di reksa dana bisa di googling saja.

Saya selalu ingat ucapan para perencana keuangan bahwa "saya tidak peduli seberapa besar gaji anda tapi seberapa besar investasi anda".

Yuhuiiii jadi semangat belajar dan berinvestasi....

Wassalamua'alikum.

Thursday, February 06, 2014

Serba-serbi Umroh

Assalamu'alaikum.

Kali ini mau berbagi soal serba-serbi umroh yang saya alami selama persiapan dan perjalanan umroh.

1. Biaya umroh 
Biaya umroh itu ternyata bisa murah lho, tinggal kita pilih keberangkatannya pas low season aja, low season umroh biasanya bulan Januari-Maret, high season biasanya saat Ramadhan. Jika ingin lebih murah pilih paket yang pembayarannya 1th sebelum keberangkatan biasannya dengan fasilitas bintang 3-4. Banyak travel yang menawarkan paket seperti ini, malah ada yang menawarkan kemudahan dengan mencicil. Jadi yang punya niat berumroh sudah bisa mencari cara agar niatnya terealisasi. Info dari teman dan hasil gugling untuk Jan-Feb 2015 ada travel yang menawarkan umroh dengan biaya 12.8jt dan 14.5jt. Lumayan banget lho, saya aja tahun 2013 kemarin total 21jtan karna awal Ramadhan masih di sana.

2. Perjalanan langsung ke Jeddah
Jika bisa memilih memang enak berangkat dengan pesawat yang langsung tanpa transit, terutama jika membawa orang tua yang sedang sakit atau renta. Karena kita harus berjalan lumayan jauh saat transit tersebut.

3. Bawaan kabin
Sebaiknya bawaan baju dll dimasukan ke bagasi, tas tenteng hanya berisi hal-hal penting saja, jika mau membawa baju pun 1 stel saja. Karna salah satu teman kamar saya ibu-ibu yang sudah paruh baya membawa tas travel tanpa roda, al hasil saya dan bu tuti juga ikutan ribet membantu bergantian membawakan tas tersebut saat transit, padahal isinya baju-baju yang tidak akan digunakan selama di perjalanan. 

4. Paket umroh
Berdasarkan pengalaman saya lebih enak umroh dengan paket ke Mekah terlebih dahulu baru ke Madinah. Untuk orang tua paket ini membantu mereka untuk menghemat tenaga, jadi ibadah utama umroh dijalankan diawal, selanjutnya bisa bebas. Jika ke Madinah terlebih dahulu, selama di Madinah harus menjaga kesehatan agar tetap fit sampai pelaksanaan ibadah utamanya.

5. Berfoto-foto
Bawalah kamera yang kecil saja atau HP dengan resolusi kamera yang tinggi, karna saat memasuki masjid suka diperiksa oleh petugas, namun kadang juga tidak. Saat disana puas-puasin deh kalo mau foto-foto karna nanti bisa dilihat-lihat saat kita rindu dengan Ka'bah dan Nabawi. Jika sekali kita sudah ke sana "rasa kepengen" kesana lagi lebih besar dari orang yang belum pernah ke sana.

6. Bau Badan
Benar-benar kuasa Allah di sana itu panas tapi saya tidak bau badan lho, padahal saya berkeringat banget saat berthawaf namun saat keringat itu hilang badan saya gak berbau sama sekali. Jika di Indonesia pasti bau badan saya sudah mengganggu orang lain dan harus ganti baju tuh, lumayan buat ngirit baju hehehe.

7. Laundry
Selama di saya gak melaundry baju-baju saya, saya mencucinya dan dijemur di jendela, dan taraaa dalam 1 jam baju-baju itu kering lho.... itu karna sedang musim panas kalo pas kesana pas musim dingin jangan dicoba ya hehehe....dengan mencuci baju saat pulang saya cuma membawa baju kotor 1-2 stel saja, lumayan sampe rumah tinggal digosok.

8. Buah-buahan
Jika ke Mekah jangan lupa mencoba membeli buah di toko serba ada Turki, harganya lumayan terjangkau, saya sempet beli buah apricot ukuran sedang, trus makannya kalo pulang dari masjid siang-siang bolong nyesss seger banget. Sempet nyesel gak beli buah yang lainnya hiks hiks. Trus jangan lupa mencicipi kurma segar, rasanya juara banget, manis dan kres-kres, dijualnya per box sekitar 15 riyal, boxnya bukan kaya gambar di bawah ya...tapi box besar biasa buat makan bareng-bareng.



9. Bahasa
Sebaiknya sebelum berangkat belajar beberapa kosa kata penting seperti TOILET. Pengalaman saya bertanya dengan bahasa inggris ternyata mereka tidak mengerti sama sekali, bahkan kata TOILET. Ini diperlukan saat di Masjidil haram, karena toiletnya teramat sangat jauh di luar masjid.

10. Pelajari peta Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Karna saya tidak mempelajari peta Masjidil Haram sebelumnya jadi saat umroh lalu saya sempat pusing mencari toilet di Masjidil Haram. Jika di Nabawi toilet begitu banyak tersebar di pelataran masjid. Selain toilet pelajari juga pintu-pintu masuk masjidnya karna bisa-bisa kita bingung saat mengambil sandal atau bahkan bingung saat mau kembali ke hotel.

12. Tidak Go Green
Ini hal yang saya tidak suka dari perjalanan umroh saya, dijalan arah ke Masjidil Haram tersedia plastik gulungan untuk menyimpan sendal kita. Tapi yang terjadi setiap orang mengambil plastik pada setiap jam sholat, hmm gak kebayang deh jadi beapa truk bekas plastiknya, karena selepas sholat orang-orang membuang plastik tersebut. Jangan tanya saya ya...saya mengambil hanya 1-2 kali selanjutnya saya lipat lagi setelah selesai dipakai dan dimasukan ke tas, dipakai lagi saat dibutuhkan.

13. Pedagang kaki lima
Di Mekah saya tidak menemukan pedagang kali lima, jika ingin berbelanja kita harus masuk gedung pertokoannya. Kalo di Madinah pedagang kaki limanya ada tapi hanya di waktu-waktu setelah sholat wajib dan itu pun hanya sekitar 20 menit, setelah ada bunyi peringatan mereka langsung pergi dan jalanan ke arah masjid Nabawai sepi kembali. Barang yang bagus di kaki lima Madinah adalah pasmina,  motifnya dan bahannya bagus-bagus, harganya hanya 10 Riyal sajah.

14. Tempat beli oleh-oleh
Saya membeli baju abaya dengan bahan yang bagus tapi lumayan murah di gedung pertokoan Bin Dawood, pertokoan ini kaya ITC kalo di Jakarta, dan semua menjual abaya hitam. Saya beli abaya anak seharga 30 riyal dan abaya dewasa dari 50-100 Riyal, untuk model terbaru dari 100-250 Riyal. Jangan khawatir penjualnya tidak mengerti bahasa Indonesia, mereka fasih kok ngomong sepuluh sampe dua ratus heheh, bahkan kita bisa tawar menawar sama penjualnya. Trus saya beli kurma nabi, kurma coklat, kacang almond di Dates Market, ini dilantai paling bawah dari gedung Bin Dawood. Harga di Dates Market lebih murah jika dibanding di kebun kurma dan pusat belanja di Jeddah.
Sepertinya orang Indonesia terkenal doyan belanja dan menawar di sana, sampai-sampai ada toko yang bertuliskan bahasa Indonesia, semua penjual yang saya temui bisa berbahas Indonesia walau sedikit aneh. Kalo saya bilang dari Indonesia mereka selalu bilang "oh Indonesia mau tawar", kalo gak jadi beli dibilang "Indonesia bahlul". Saya pernah lewat di toko emas, penjaganya langsung nawarin "Ibu, mampir dulu" padahal di depan saya ada orang India juga lewat tapi gak ditawarin lho. Tapi untungnya kalo ngasih harga orang Indonesia lebih murah dari pada orang Malaysia. Orang Malaysia itu males nawar, mungkin karna uangnya banyak hehehehe.

15. Cadar
Kalo umrohnya lagi musim panas lebih baik sampai Mekah atau Madinah beli cadar penutup wajah, harganya sekitar 10-15 Riyal. Saya telat tahu kalo pake cadar itu sangat adem di wajah dan bikin susah nafas serta gak bikin kaca mata saya berembun. Ternyata dengan cadar sirkulasi udara tetap berganti karna bagian bawanya tidak bertali seperti masker. Saya menyarankan pakai gara-gara teman satu jamaah saya beli pas 2 hari kami mau pulang, nah saya ikutan coba-coba, ternyata lebih enak pake cadar dari pada pake masker, karna saya kemana-mana pake masker. Plus nya lagi saya beli oleh-oleh di Bin Dawood kita lebih dihormati.

16. Pelembab
Hihi lupa sama hal ini, saya bawa pelembab wajah bentuk crean dan cair, body lotion dan lip balm, yang saya paling sering saya pake cuma lip balm dan pelembab cair. Tapi seringnya nyemprotin air zam-zam ke wajah, karna temen saya bawa botol sprey dan diisi sama air zam-zam dan dibawa di tasnya. Jadi pas thawaf siang-siang tetep seger.

Cuma itu yang keingetan...moga manfaat, nanti kalo ada tambahan ya ditambahin ya :D

Wassalamu'alaikum.








Wednesday, January 22, 2014

Perjalanan Umroh 4

Assalamu'alaikum.

Day 4, 10 Juli 2013

Setelah kemarin sempat flek dan saya minum obat penuna haid, semaleman dan pagi ini flek hilang, jadi saya berniat puasa dan pagi ini saya sholat subuh berjamaah di masjid Nabawi, selesai sholat saya langsung bergegas ke Raudhah. Sungguh indah mengingat saat-saat kami antre ke Raudhah. Jika habis subuh pintu dibuka buat umum, maksudnya siapa saja boleh masuk, karna jika jam 6 pagi kami harus masuk berdasarkan RAS kami, seperti Afrika, Melayu, Arab dll.

Raudhan pagi itu ramai tapi saya tetap bisa sholat sunah disana dan berdoa, karna ada ibu-ibu yang berbicara gantian ya sama yang tua, akhirnya setelah sholat saya sedikit minggi dan berdoa di karpet merah, namun Askar (penjaga wanita) malah menyuruh saya masuk lagi ke karpet hijau...
"ibu kembali ke karpet merah"...mereka fasih berbahasa indonesia tapi medok banget
akhirnya saya kembali ke karpet hijau lagi untuk berdo'a.

Selesai dari Raudhah saya keliling masjid Nabawi dan melihat pemakaman Baki di sebelah masjid, serta melihat Raudhah dari luar. Jamaah laki-laki boleh masuk melihat makam Rosul tapi jamaah perempuan tidak boleh.

Selesai berkeliling masjid, saya dan bu Tuti kembali lagi ke Raudhah dan kali ini kami mengikuti antre sesuai RAS, orang Melayu mendapat giliran paling akhir karna memang terkenal sabar dibanding yang lain. Kali ini saya sholat Dhuha di Raudhah. Tiap 2 rokaat saya berpindah tempat agar tidak diusir oleh Askar.

Dan sampailah saya mengantre di shaf paling depan, tapi banyak yang tidak mau beranjak dari tempatnya, akhirnya ada tempat 1 kosong untuk sholat, karna saya dan ada 1 org arab yg menunggu saya persilahkan dia duluan yang mengambil tempat itu setelah lama kami saling memberi tanda mempersilahkan terlebih dahulu satu sama lain. Alhamdulillah kalo kita sabar allah juga akan menolong kita, tiba2 wanita tadi jadi santu juga, dan mencarikan tempat untuk saya karna tempat bekas dia sudar diserobot oleh yang lainnya.

Alhamdulillah kunjungan saya yang kedua ke Raudhan ini lebih lama, lebih santai, lebih nyaman dan lebih khusyu'. Sesudah itu kami mau bertilawah di Masjid menunggu Zuhur, tiba2 perut saya melilit seperti sakit haid, langsung saya cek dan benar saja saya dapet haid. Saya langsung balik ke hotel dan Bu Tutui tetap di masjid.

Dan setelah saya dapat haid, kerjaan saya cuma ngedekem di hotel, ke masjid buat ikutan iftor padahal gak puasa, sekali city tout, trus ngemall beli oleh-oleh...ish yang ini jangan ditiru...

Dan Allah sudah mengatur semua, dari saya dapet travel yang ke Makkah duluan dari pada ke Madinah, dari saya terlihat ngoyo mengeluarkan tenaga dan upaya saya di Mekkah untuk beribadah sampai kaki bengkak, ternyata saya mau dapet haid di Madinah padahal saya sudah minum obat penunda haid.

Dan ini penampakan hari-hari saya sampai pulang ke tanah air.

 Sholat Subuh di masjid Nabawi

 Kubah Masjid kalau siang nanti ketutup otomatis

Mau keliling masjid Nabawi 




 Raudhah dari luar

 Antre di Raudhah


 Pulang ke hotel foto-foto dulu masjid dan kota Madhinah



 Melihat ka'bah dari hotel saja


 Ikutan iftor padahal gak puasa :)



 Kebun Kurma


 Bukit Uhud


 Masjid Apung




 Menikmati pantai Laut Merah

Transit di Dubai mau pulang

Sekian ya cerita umroh saya...moga diberi rizki lagi bisa umroh bareng suami tersayang...aamiin

Wassalamu'alaikum.